KitaCoba
Langsung hitung pakai Kalkulator Penghasilan Ojol

Penghasilan Ojol Itu Bukan Gaji — dan Itu Mengubah Hitungannya

Driver ojol adalah mitra, bukan karyawan. Artinya: tidak ada gaji tetap, tidak ada potongan PPh 21 otomatis, tidak ada BPJS yang dibayari kantor, dan tidak ada pesangon. Pendapatanmu murni dari tiga komponen:

  • Argo per order — tarif dasar yang kamu terima setiap menyelesaikan orderan
  • Insentif — bonus dari aplikasi kalau mencapai target poin/jumlah order tertentu
  • Tip — dari pelanggan, langsung masuk penuh tanpa dipotong

Karena angkanya naik-turun harian, cara menghitung yang benar adalah pakai rata-rata harian dari riwayat aplikasimu — bukan hari terbaik. Ambil rata-rata 1–2 minggu terakhir sebagai dasar.

Potongan Aplikasi: Batas Resminya 20%

Setiap order dipotong biaya aplikasi oleh platform. Aturan resminya (Kepmenhub KP 1001/2022): potongan maksimal 20% — terdiri dari biaya sewa aplikasi maksimal 15% plus biaya penunjang (asuransi, fasilitas mitra) maksimal 5%.

Cara ceknya: buka rincian salah satu order di aplikasi drivermu, bandingkan tarif yang dibayar pelanggan dengan yang kamu terima. Kalau selisihnya konsisten di atas 20%, itu bisa diadukan — ke Kemenhub, asosiasi driver, atau layanan mitra platform.

Kalkulator Penghasilan Ojol otomatis menandai kalau potongan yang kamu isi melewati batas resmi ini.

Rumus & Contoh Menghitung Bersih per Bulan

Rumusnya sederhana tapi jujur:

Bersih harian = orderan kotor − potongan aplikasi − bensin − biaya lain
Bersih bulanan = bersih harian × hari narik

Contoh: orderan rata-rata Rp200.000/hari, potongan 20%, bensin Rp30.000/hari, narik 26 hari:

  • Potongan aplikasi: Rp200.000 × 20% = Rp40.000
  • Bersih harian: Rp200.000 − Rp40.000 − Rp30.000 = Rp130.000
  • Bersih bulanan: Rp130.000 × 26 = Rp3.380.000

Perhatikan: dari orderan kotor Rp5,2 juta sebulan, yang benar-benar masuk kantong hanya 65%. Angka "kotor per hari" yang terlihat besar di layar sering menipu — selalu hitung sampai bersih.

Biaya yang Sering Lupa Dihitung

Bensin baru permulaan. Biaya nyata motor yang bekerja 8–10 jam sehari jauh lebih besar:

  • Servis & oli — jarak tempuh ojol bisa 100+ km/hari; ganti oli jadi 2–4 minggu sekali, bukan 2 bulan
  • Ban & sparepart — aus jauh lebih cepat dari pemakaian pribadi
  • Kuota internet — aplikasi driver menyala sepanjang hari
  • Cicilan motor — kalau motornya masih dicicil, itu biaya produksi, bukan pengeluaran pribadi
  • Parkir, cuci motor, jas hujan, helm — kecil-kecil tapi rutin

Kebiasaan sehat: sisihkan Rp10.000–20.000 per hari narik ke amplop "perawatan motor" — supaya servis besar tidak terasa seperti bencana.

Pajak & Perlindungan: Urus Sendiri karena Kamu Mitra

Dua hal yang di kantoran diurus HRD, di ojol harus kamu urus sendiri:

1. Pajak. Penghasilan ojol adalah objek pajak. Kalau setahun masih di bawah PTKP (Rp54 juta), praktis tidak ada pajak terutang — tapi kalau di atas itu, kamu lapor sendiri lewat SPT dengan skema NPPN (norma penghitungan untuk pekerja bebas). Hitung estimasinya di Kalkulator Pajak Freelancer.

2. Perlindungan. Mitra bisa (dan sebaiknya) ikut BPJS Ketenagakerjaan mandiri (skema BPU — Bukan Penerima Upah): perlindungan kecelakaan kerja (JKK) + kematian (JKM) mulai sekitar Rp16.800/bulan, dan bisa tambah tabungan hari tua (JHT) 2%. Untuk kesehatan, ada BPJS Kesehatan mandiri (kelas 3 sekitar Rp35.000/bulan). Kecelakaan adalah risiko kerja nomor satu ojol — ini bukan pengeluaran opsional.

Atur Uang dari Penghasilan yang Naik-Turun

Penghasilan harian butuh strategi berbeda dari gajian bulanan:

  • Budget dari bulan sepi, bukan bulan ramai — kalau bulan hujan orderan turun 30%, patokan pengeluaranmu harus muat di angka itu. Susun posnya di Kalkulator Budget Bulanan
  • Dana darurat lebih tebal — pekerja penghasilan tidak tetap disarankan 6–12 bulan pengeluaran, bukan 3 bulan. Mulai dari Kalkulator Dana Darurat
  • Setor rutin ke rekening — selain aman, mutasi rekening yang rapi adalah bukti penghasilan saat kamu butuh KPR atau kredit kendaraan kelak
  • Pisahkan uang motor — bensin + perawatan bukan "uang jajan"; keluarkan dulu sebelum menghitung sisa buat hidup

Pertanyaan Umum

Berapa potongan aplikasi ojol yang resmi?
Maksimal 20% per Kepmenhub KP 1001/2022 — 15% biaya sewa aplikasi + 5% biaya penunjang. Kalau rincian di aplikasimu konsisten memotong lebih dari itu, adukan ke Kemenhub atau asosiasi driver.
Driver ojol dapat THR nggak?
THR wajib hanya untuk karyawan. Untuk mitra ojol, sejak 2025 pemerintah mengimbau platform memberikan BHR (bantuan hari raya) menjelang Lebaran — tapi bentuk dan besarannya kebijakan masing-masing platform, bukan hak yang bisa dituntut seperti THR karyawan.
Penghasilan ojol kena pajak?
Ya, objek pajak — tapi dipotong otomatis tidak ada, jadi lapor sendiri. Di bawah PTKP Rp54 juta/tahun (sekitar Rp4,5 juta/bulan bersih) praktis nihil. Di atas itu, pakai skema NPPN saat lapor SPT tahunan.
Bisa ajukan KPR atau kredit motor pakai penghasilan ojol?
Bisa — bank menilai stabilitas penghasilan, bukan status karyawan. Kuncinya bukti: mutasi rekening yang rutin diisi setoran harian, riwayat pendapatan di aplikasi driver, dan rasio cicilan di bawah 30% penghasilan bersih. Cek batas amanmu di Kalkulator Rasio Utang.
Gimana cara memperbesar penghasilan bersih tanpa nambah jam narik?
Tiga tuas yang paling terasa: kejar insentif target (bonusnya masuk penuh tanpa potongan), narik di jam & area ramai supaya bensin per order lebih efisien, dan catat biaya harian — driver yang tahu angka bersihnya biasanya lebih cepat sadar pos mana yang bocor.

Sudah paham? Langsung hitung sekarang!

Buka Kalkulator Penghasilan Ojol

Terakhir diperbarui: