KitaCoba

Berapa Uang Kamu
dalam 10 Tahun?

Simulasi investasi rutin berbasis asumsi historis. Gratis, tanpa login.

🟢 Sesuai Asumsi historis berbasis data publik OJK · Bukan rekomendasi investasi
Rp
10 tahun
1 tahun30 tahun

Asumsi skenario historis — bukan proyeksi.

Berdasarkan data OJK dan sumber terkait

Kenali Instrumen Investasi

Reksa Dana Pasar Uang (RDPU)

Mirip deposito, tapi tanpa tenor. Risiko sangat rendah, cocok untuk pemula.

Reksa Dana Pendapatan Tetap (RDPT)

Berinvestasi di obligasi. Return sedikit lebih tinggi, risiko tetap terjaga.

Reksa Dana Campuran (RDC)

Campuran saham dan obligasi. Seimbang antara risiko dan potensi return.

Reksa Dana Saham (RDS)

Potensi return tertinggi, tapi bisa rugi jangka pendek. Cocok untuk jangka panjang 5+ tahun.

Emas (LM Antam)

Lindung nilai saat inflasi. Harga berfluktuasi, dipengaruhi kurs USD/IDR.


Platform resmi OJK (contoh): Bibit, Bareksa, iPOT. KitaCoba tidak merekomendasikan platform tertentu.

Terakhir diperbarui: Maret 2026

Pertanyaan Seputar Investasi & Reksa Dana

Investasi Rp500.000 per bulan jadi berapa dalam 10 tahun?
Tergantung instrumen: mulai Rp68jt (tabungan biasa) hingga Rp103jt (reksa dana saham, asumsi historis 10%/thn). Simulasikan langsung di atas.
Reksa dana aman tidak?
Diawasi OJK, tapi tetap ada risiko kehilangan modal — terutama reksa dana saham. Diversifikasi lebih baik dari saham langsung. Pilih jenis sesuai profil risiko kamu.
Kenapa return emas bisa tinggi di simulasi ini?
Angka 9% adalah CAGR harga Antam dalam IDR (2014–2024). Kurs USD/IDR berpengaruh besar — saat rupiah melemah, return IDR terlihat lebih tinggi. Simulasi ini tidak memodelkan fluktuasi kurs, biaya simpan, spread beli/jual, maupun pajak jual kembali.
Mulai investasi dari gaji berapa?
Tidak ada batas minimum. Reksa dana bisa mulai dari Rp10.000. Aturan umum: alokasikan 10–20% penghasilan. Pastikan dana darurat sudah aman dulu.
Perbedaan RDPU, RDPT, RDC, RDS apa?
RDPU (pasar uang) — risiko paling rendah, mirip deposito. RDPT (obligasi) — sedang. RDC (campuran saham+obligasi) — sedang-tinggi. RDS (saham) — potensi tertinggi, risiko tertinggi.
Reksa dana vs deposito, mana lebih baik?
Tergantung jangka waktu dan toleransi risiko. Deposito lebih pasti tapi imbal hasil lebih rendah (sudah dipotong PPh 20%). Bandingkan langsung di Mode Bandingkan.
Kalkulator ini sudah termasuk pajak?
Untuk reksa dana: tidak dipotong pajak langsung pada investor. Untuk deposito: simulasi memakai asumsi PPh final 20% (PPh Pasal 4 ayat 2) — pengecualian untuk deposito kecil tidak dimodelkan. Emas: pajak jual kembali dan biaya lain tidak dimodelkan.
Angka return historis ini bisa dipercaya?
Ini adalah asumsi skenario historis berbasis data publik yang dipublikasikan OJK dan sumber pasar terkait, lalu diolah ulang oleh KitaCoba — bukan angka resmi OJK. Tidak ada jaminan hasil masa depan. Diperbarui setahun sekali.
Platform mana yang bisa dipakai untuk reksa dana?
Bibit, Bareksa, iPOT adalah contoh APERD terdaftar OJK. KitaCoba tidak merekomendasikan platform tertentu. Cek status pendaftaran terbaru di ojk.go.id sebelum memilih.

Disclaimer

Angka yang ditampilkan adalah ilustrasi berdasarkan asumsi tingkat imbal hasil historis, bukan proyeksi atau jaminan hasil investasi masa depan.

Hasil simulasi tidak memperhitungkan biaya platform individual, spread, waktu masuk pasar, maupun perubahan suku bunga dan NAB di masa depan. Setiap instrumen investasi memiliki risiko kehilangan sebagian atau seluruh modal.

Pastikan kamu memahami risiko sebelum berinvestasi. Untuk informasi lebih lanjut, kunjungi ojk.go.id atau hubungi Hotline OJK di 157.

KitaCoba bukan lembaga keuangan dan tidak memberikan saran investasi. Terakhir diperbarui: Maret 2026.