Kalkulator Kenaikan Gaji:
Naik Segini, Masuk Kantong Berapa?
Cek take home pay barumu & kenaikan riil setelah inflasi — 30 detik, gratis
Rumus Kenaikan Gaji
Rumus: gaji baru = gaji sekarang × (1 + kenaikan%)
Kenaikan riil = (1 + kenaikan%) ÷ (1 + inflasi%) − 1
Konteks: UMP 2025 naik 6,5% (Permenaker 16/2024) · Target inflasi BI 2026: 2,5% ± 1%
Gaji kotor sebelum potongan pajak & BPJS (lihat di slip gaji)
Berapa Persen Kenaikannya?
Asumsi Inflasi Tahunan
Untuk cek apakah kenaikanmu beneran nambah daya beli
Alat Terkait
Apa itu Kalkulator Kenaikan Gaji?
Kalkulator Kenaikan Gaji membantu kamu melihat dampak nyata dari kenaikan gaji: bukan cuma angka bruto yang naik, tapi berapa take home pay barumu setelah potongan PPh 21 (skema TER) dan BPJS, dan apakah kenaikannya ngalahin inflasi atau tidak.
Cara Menghitung Kenaikan Gaji
Rumus bruto sederhana: gaji baru = gaji sekarang × (1 + kenaikan%). Tapi angka yang masuk rekening lebih kecil, karena saat bruto naik, potongan PPh 21 dan iuran BPJS juga ikut membesar. Kalkulator ini menghitung kedua sisi — sekarang dan setelah naik — lalu menunjukkan selisih bersihnya.
Contoh Perhitungan
Raka, gaji bruto Rp8.000.000/bulan (TK/0), naik 10%, asumsi inflasi 2,5%:
- Gaji bruto baru: Rp8.000.000 × 1,10 = Rp8.800.000
- Potongan PPh 21 & BPJS ikut naik — tidak semua Rp800.000 masuk kantong
- Kenaikan riil setelah inflasi: (1,10 ÷ 1,025) − 1 ≈ 7,3%
- Kalkulator menampilkan take home pay persisnya untuk kedua kondisi
Kenapa Kenaikan Riil Penting?
Kenaikan 3% terdengar lumayan — sampai kamu sadar inflasi tahunannya 4%. Secara daya beli, gajimu justru turun. Kenaikan riil (kenaikan setelah dikurangi efek inflasi) adalah angka yang sebaiknya kamu pakai saat menilai tawaran kenaikan atau nego gaji. Target inflasi Bank Indonesia 2026 adalah 2,5% ± 1% — kenaikan di bawah itu berarti stagnan atau mundur.
Fitur Kalkulator Ini
- 2 mode input: persentase kenaikan atau langsung nominal gaji baru
- Perbandingan lengkap: bruto, PPh 21, BPJS, dan gaji bersih — sekarang vs setelah naik
- Kenaikan riil: disesuaikan inflasi (target BI 2,5% / CPI terkini / custom)
- Take-home share: berapa persen kenaikan bruto yang benar-benar masuk kantong
- Deteksi TER: kasih tahu kalau kenaikan bikin tarif efektif pajakmu pindah kelas
Mau siap-siap sebelum ngobrol dengan atasan? Baca panduan lengkapnya: Cara Negosiasi Kenaikan Gaji →
Terakhir diperbarui: Juli 2026
Dasar Acuan
| Komponen | Sumber | Keterangan |
|---|---|---|
| PPh 21 bulanan | PP 58/2023 & PMK 168/2023 | Skema TER (Tarif Efektif Rata-rata) sesuai status PTKP |
| Iuran BPJS | Regulasi BPJS Kesehatan & Ketenagakerjaan | Kesehatan 1%, JHT 2%, JP 1% (porsi karyawan, dengan batas upah) |
| Target inflasi | Bank Indonesia | Target 2026: 2,5% ± 1% |
| Acuan UMP | Permenaker 16/2024 | UMP 2025 naik 6,5% — pembanding kenaikan tahunan |
Cara Menggunakan
- 1 Masukkan gaji bruto sekarang — gaji kotor sebelum potongan, lihat di slip gaji.
- 2 Pilih cara input kenaikan — persentase (5%, 10%, custom) atau langsung nominal gaji baru.
- 3 Pilih status PTKP & asumsi inflasi — status pajakmu dan inflasi untuk hitung kenaikan riil.
- 4 Lihat hasil — tambahan take home pay, perbandingan lengkap, dan kenaikan riil setelah inflasi.
Pertanyaan Seputar Kenaikan Gaji
Berapa persen kenaikan gaji yang wajar di Indonesia?
Bagaimana cara menghitung kenaikan gaji?
Apa itu kenaikan gaji riil?
Kenapa gaji naik 10% tapi take home pay naiknya bukan 10% penuh?
Apakah naik gaji bisa bikin tarif pajak lebih besar?
Kapan waktu terbaik untuk nego kenaikan gaji?
Apakah perusahaan wajib menaikkan gaji setiap tahun?
Naik gaji lewat kenaikan tahunan atau pindah kerja — mana yang lebih besar?
Disclaimer
Perhitungan ini bersifat estimasi untuk tujuan edukasi. Asumsi: gaji = gaji pokok tanpa tunjangan, karyawan tetap dengan BPJS Kesehatan dan Ketenagakerjaan aktif.
Potongan aktual bisa berbeda tergantung komponen gaji, kebijakan perusahaan, dan tunjangan lainnya. Angka kenaikan yang "wajar" bukan ketentuan resmi — gunakan sebagai bahan diskusi, bukan patokan mutlak.
KitaCoba.com bukan penasihat keuangan atau konsultan pajak profesional. Semua perhitungan dilakukan di browser — tidak ada data yang dikirim ke server. Terakhir diperbarui: Juli 2026.