KitaCoba

Kalkulator Kenaikan Gaji:
Naik Segini, Masuk Kantong Berapa?

Cek take home pay barumu & kenaikan riil setelah inflasi — 30 detik, gratis

🟢 Sesuai PPh 21 TER (PP 58/2023) 🔒 Tanpa login · data tidak disimpan

Rumus Kenaikan Gaji

Rumus: gaji baru = gaji sekarang × (1 + kenaikan%)

Kenaikan riil = (1 + kenaikan%) ÷ (1 + inflasi%) − 1

Konteks: UMP 2025 naik 6,5% (Permenaker 16/2024) · Target inflasi BI 2026: 2,5% ± 1%

Gaji kotor sebelum potongan pajak & BPJS (lihat di slip gaji)

Rp
Kenaikannya Dihitung Dari

Berapa Persen Kenaikannya?

Asumsi Inflasi Tahunan

Untuk cek apakah kenaikanmu beneran nambah daya beli

Apa itu Kalkulator Kenaikan Gaji?

Kalkulator Kenaikan Gaji membantu kamu melihat dampak nyata dari kenaikan gaji: bukan cuma angka bruto yang naik, tapi berapa take home pay barumu setelah potongan PPh 21 (skema TER) dan BPJS, dan apakah kenaikannya ngalahin inflasi atau tidak.

Cara Menghitung Kenaikan Gaji

Rumus bruto sederhana: gaji baru = gaji sekarang × (1 + kenaikan%). Tapi angka yang masuk rekening lebih kecil, karena saat bruto naik, potongan PPh 21 dan iuran BPJS juga ikut membesar. Kalkulator ini menghitung kedua sisi — sekarang dan setelah naik — lalu menunjukkan selisih bersihnya.

Contoh Perhitungan

Raka, gaji bruto Rp8.000.000/bulan (TK/0), naik 10%, asumsi inflasi 2,5%:

  • Gaji bruto baru: Rp8.000.000 × 1,10 = Rp8.800.000
  • Potongan PPh 21 & BPJS ikut naik — tidak semua Rp800.000 masuk kantong
  • Kenaikan riil setelah inflasi: (1,10 ÷ 1,025) − 1 ≈ 7,3%
  • Kalkulator menampilkan take home pay persisnya untuk kedua kondisi

Kenapa Kenaikan Riil Penting?

Kenaikan 3% terdengar lumayan — sampai kamu sadar inflasi tahunannya 4%. Secara daya beli, gajimu justru turun. Kenaikan riil (kenaikan setelah dikurangi efek inflasi) adalah angka yang sebaiknya kamu pakai saat menilai tawaran kenaikan atau nego gaji. Target inflasi Bank Indonesia 2026 adalah 2,5% ± 1% — kenaikan di bawah itu berarti stagnan atau mundur.

Fitur Kalkulator Ini

  • 2 mode input: persentase kenaikan atau langsung nominal gaji baru
  • Perbandingan lengkap: bruto, PPh 21, BPJS, dan gaji bersih — sekarang vs setelah naik
  • Kenaikan riil: disesuaikan inflasi (target BI 2,5% / CPI terkini / custom)
  • Take-home share: berapa persen kenaikan bruto yang benar-benar masuk kantong
  • Deteksi TER: kasih tahu kalau kenaikan bikin tarif efektif pajakmu pindah kelas

Mau siap-siap sebelum ngobrol dengan atasan? Baca panduan lengkapnya: Cara Negosiasi Kenaikan Gaji →

Terakhir diperbarui: Juli 2026

Dasar Acuan

Komponen Sumber Keterangan
PPh 21 bulanan PP 58/2023 & PMK 168/2023 Skema TER (Tarif Efektif Rata-rata) sesuai status PTKP
Iuran BPJS Regulasi BPJS Kesehatan & Ketenagakerjaan Kesehatan 1%, JHT 2%, JP 1% (porsi karyawan, dengan batas upah)
Target inflasi Bank Indonesia Target 2026: 2,5% ± 1%
Acuan UMP Permenaker 16/2024 UMP 2025 naik 6,5% — pembanding kenaikan tahunan

Cara Menggunakan

  1. 1 Masukkan gaji bruto sekarang — gaji kotor sebelum potongan, lihat di slip gaji.
  2. 2 Pilih cara input kenaikan — persentase (5%, 10%, custom) atau langsung nominal gaji baru.
  3. 3 Pilih status PTKP & asumsi inflasi — status pajakmu dan inflasi untuk hitung kenaikan riil.
  4. 4 Lihat hasil — tambahan take home pay, perbandingan lengkap, dan kenaikan riil setelah inflasi.

Pertanyaan Seputar Kenaikan Gaji

Berapa persen kenaikan gaji yang wajar di Indonesia?
Tidak ada angka resmi, tapi ada beberapa acuan: kenaikan tahunan di banyak perusahaan umumnya berkisar 5–10% tergantung kinerja, industri, dan kondisi perusahaan. Sebagai pembanding, UMP 2025 naik 6,5% (Permenaker 16/2024) dan target inflasi BI 2026 adalah 2,5% ± 1%. Minimal, kenaikanmu sebaiknya di atas inflasi — kalau tidak, daya beli gajimu justru turun.
Bagaimana cara menghitung kenaikan gaji?
Rumus dasar: gaji baru = gaji sekarang × (1 + persen kenaikan). Contoh: gaji Rp8.000.000 naik 10% → Rp8.000.000 × 1,10 = Rp8.800.000. Tapi itu angka bruto — yang masuk rekening lebih kecil karena potongan PPh 21 dan BPJS juga ikut naik. Kalkulator ini menghitung sampai ke gaji bersihnya.
Apa itu kenaikan gaji riil?
Kenaikan riil adalah kenaikan setelah dikurangi efek inflasi — ukuran apakah daya belimu beneran naik. Rumus tepatnya: (1 + kenaikan%) ÷ (1 + inflasi%) − 1. Contoh: naik 10% saat inflasi 2,5% → kenaikan riil sekitar 7,3%. Kalau kenaikanmu 2% saat inflasi 4%, kenaikan riilmu minus — artinya secara daya beli gajimu turun meskipun angkanya naik.
Kenapa gaji naik 10% tapi take home pay naiknya bukan 10% penuh?
Karena potongan ikut naik. Saat gaji bruto naik, potongan PPh 21 dan iuran BPJS (yang dihitung dari gaji) juga membesar, sehingga hanya sebagian kenaikan bruto yang sampai ke rekening. Kalkulator ini menunjukkan persisnya berapa persen dari kenaikan bruto yang benar-benar masuk kantongmu.
Apakah naik gaji bisa bikin tarif pajak lebih besar?
Bisa. PPh 21 bulanan dihitung dengan skema TER (Tarif Efektif Rata-rata, PP 58/2023) — makin tinggi gaji bruto, makin tinggi tarif efektifnya. Tapi jangan khawatir: kenaikan pajak selalu lebih kecil dari kenaikan gajimu, jadi gaji bersihmu tetap lebih besar. Tidak ada kondisi di mana naik gaji bikin take home pay malah turun.
Kapan waktu terbaik untuk nego kenaikan gaji?
Umumnya menjelang siklus review tahunan (banyak perusahaan melakukannya di akhir/awal tahun, Desember–Februari) atau setelah kamu menyelesaikan pencapaian besar. Siapkan data: pencapaianmu, benchmark gaji posisi serupa, dan angka inflasi — kalau kenaikan yang ditawarkan di bawah inflasi, kamu bisa tunjukkan bahwa secara riil gajimu turun.
Apakah perusahaan wajib menaikkan gaji setiap tahun?
Tidak ada kewajiban hukum menaikkan gaji karyawan yang sudah di atas upah minimum. Yang diatur pemerintah hanya upah minimum (UMP/UMK) yang ditinjau setiap tahun — perusahaan tidak boleh membayar di bawah itu. Kenaikan di atas upah minimum tergantung kebijakan perusahaan, biasanya lewat siklus review kinerja.
Naik gaji lewat kenaikan tahunan atau pindah kerja — mana yang lebih besar?
Kenaikan tahunan internal umumnya satu digit (5–10%), sementara pindah kerja sering memberi lompatan lebih besar (bisa 20–30% atau lebih, tergantung posisi dan industri). Tapi pertimbangkan juga faktor non-gaji: stabilitas, benefit, jenjang karier, dan masa probation di tempat baru. Gunakan kalkulator ini untuk membandingkan take home pay kedua opsi secara apples-to-apples.

Disclaimer

Perhitungan ini bersifat estimasi untuk tujuan edukasi. Asumsi: gaji = gaji pokok tanpa tunjangan, karyawan tetap dengan BPJS Kesehatan dan Ketenagakerjaan aktif.

Potongan aktual bisa berbeda tergantung komponen gaji, kebijakan perusahaan, dan tunjangan lainnya. Angka kenaikan yang "wajar" bukan ketentuan resmi — gunakan sebagai bahan diskusi, bukan patokan mutlak.

KitaCoba.com bukan penasihat keuangan atau konsultan pajak profesional. Semua perhitungan dilakukan di browser — tidak ada data yang dikirim ke server. Terakhir diperbarui: Juli 2026.