Kalkulator Rasio Utang:
Cicilanmu Masih Sehat atau Sudah Lampu Merah?
Cek total cicilan vs gaji & batas aman 30% — 30 detik, gratis
Rumus Rasio Utang
Rumus: rasio utang = total cicilan bulanan ÷ gaji bersih × 100%
Sehat ≤30% · Perlu perhatian 31–40% · Berbahaya >40%
Acuan: panduan umum perencanaan keuangan — bank memakai rasio serupa saat menilai kredit
Yang benar-benar masuk rekening setelah pajak & BPJS
Cicilan Bulanan per Jenis
Isi yang kamu punya saja — sisanya biarkan kosong
Alat Terkait
Apa itu Kalkulator Rasio Utang?
Kalkulator Rasio Utang mengecek kesehatan keuanganmu dengan membandingkan total cicilan bulanan (KPR, kendaraan, pinjol, paylater, kartu kredit) terhadap gaji bersih. Rasio ini sama dengan yang dipakai bank — disebut DBR (Debt Burden Ratio) — saat memutuskan pengajuan kreditmu disetujui atau tidak.
Cara Menghitung Rasio Utang
Rumus: total cicilan bulanan ÷ gaji bersih × 100%. Semua kewajiban bulanan ikut dihitung — termasuk paylater dan pinjol yang sering dianggap "bukan utang". Hasilnya dibandingkan dengan tiga zona: sehat (≤30%), perlu perhatian (31–40%), berbahaya (>40%).
Contoh Perhitungan
Bima, gaji bersih Rp8.000.000/bulan, cicilan: KPR Rp1.200.000 + motor Rp500.000 + SPayLater Rp300.000:
- Total cicilan: Rp2.000.000/bulan
- Rasio: 2.000.000 ÷ 8.000.000 = 25% → zona sehat
- Batas aman 30%: Rp2.400.000 → masih ada ruang Rp400.000/bulan
- Catatan: 15% cicilannya paylater (bunga tinggi) — prioritas dilunasi duluan
Kenapa 30%?
Angka 30% adalah panduan umum perencanaan keuangan yang juga tercermin dalam praktik perbankan Indonesia: bank umumnya membatasi total angsuran di kisaran 30–40% penghasilan saat menilai kredit. Lebih dari itu, sisa gaji untuk hidup, nabung, dan dana darurat jadi terlalu tipis — sekali ada pengeluaran tak terduga, rantai gagal bayar mudah terjadi.
Fitur Kalkulator Ini
- 3 zona: sehat / perlu perhatian / berbahaya dengan gauge visual
- Input per jenis: KPR, kendaraan, pinjol/paylater, kartu kredit, lainnya
- Deteksi bunga tinggi: porsi pinjol & kartu kredit disorot + saran prioritas pelunasan
- Ruang tersisa: berapa cicilan baru yang masih aman diambil
- Target pengurangan: kalau kelebihan, berapa yang harus dipangkas
Rasiomu di zona kuning atau merah? Baca strategi keluarnya: Panduan Rasio Utang Sehat →
Terakhir diperbarui: Juli 2026
Dasar Acuan
| Komponen | Sumber | Keterangan |
|---|---|---|
| Batas 30% / 40% | Panduan umum perencanaan keuangan | Bukan ketentuan hukum — konvensi yang juga dipakai edukasi keuangan OJK & praktik bank |
| DBR perbankan | Praktik industri perbankan | Bank umumnya membatasi total angsuran 30–40% penghasilan saat analisis kredit |
| Riwayat kredit | SLIK OJK | Semua kredit aktif (termasuk pinjol legal & paylater) tercatat dan dicek bank |
Cara Menggunakan
- 1 Masukkan gaji bersih — take home pay yang benar-benar masuk rekening.
- 2 Isi cicilan per jenis — KPR, kendaraan, pinjol/paylater, kartu kredit. Yang tidak ada biarkan kosong.
- 3 Cek zona rasio — sehat, perlu perhatian, atau berbahaya.
- 4 Ikuti langkah selanjutnya — ruang cicilan tersisa atau target pengurangan.
Pertanyaan Seputar Rasio Utang
Utang yang sehat itu berapa persen dari gaji?
Bagaimana cara menghitung rasio utang?
Apakah paylater dan pinjol ikut dihitung sebagai utang?
Rasio utangku di atas 40%, harus bagaimana?
Apa bedanya utang produktif dan konsumtif?
Kenapa bank menolak kredit padahal gajiku cukup?
Apakah cicilan pasangan ikut dihitung?
Rasio utang 0% apakah paling bagus?
Disclaimer
Batas 30%/40% adalah panduan umum, bukan ketentuan hukum. Setiap bank punya kebijakan DBR sendiri, dan kondisi tiap orang berbeda — yang punya tanggungan besar sebaiknya lebih konservatif.
Hasil ini untuk edukasi dan perencanaan pribadi, bukan penilaian kredit resmi. Untuk kondisi utang yang sudah berat, pertimbangkan konsultasi dengan perencana keuangan atau layanan restrukturisasi resmi.
KitaCoba.com bukan penasihat keuangan profesional. Semua perhitungan dilakukan di browser — tidak ada data yang dikirim ke server. Terakhir diperbarui: Juli 2026.