Deposito Itu Apa, Bedanya dengan Tabungan
Deposito adalah simpanan berjangka: kamu menitipkan sejumlah uang ke bank untuk periode tertentu (1, 3, 6, 12, atau 24 bulan) dan bank memberi bunga yang lebih tinggi daripada tabungan biasa. Konsekuensinya, uang itu terkunci sampai jatuh tempo.
Jadi bedanya bukan soal mana yang "lebih bagus", tapi soal likuiditas vs imbal hasil: tabungan bisa diambil kapan saja tapi bunganya kecil; deposito bunganya lebih besar tapi tidak bisa disentuh sampai tenornya habis. Uang yang mungkin kamu butuhkan minggu depan sebaiknya tidak masuk deposito.
Rumus Bunganya: Sederhana, Tapi Ada Jebakan
Estimasi bunga bruto deposito:
Bunga bruto = Pokok × (bunga per tahun ÷ 100) × (tenor bulan ÷ 12)
Contoh: deposito Rp50.000.000, bunga 3,25%/tahun, tenor 6 bulan → 50.000.000 × 0,0325 × (6/12) = Rp812.500 bruto.
Jebakannya: bunga deposito selalu ditulis per tahun, bukan per tenor. Banyak yang mengira deposito 6 bulan dengan bunga 3,25% berarti dapat 3,25% dalam 6 bulan — padahal hanya separuhnya. Dan itu belum dipotong pajak.
Catatan: bank sesungguhnya menghitung dengan metode hari aktual/365, jadi hasil di rekeningmu bisa berbeda sedikit dari rumus di atas. Untuk perencanaan, selisih itu tidak material.
Pajak: PPh Final 20% Langsung Dipotong Bank
Bunga deposito kena PPh Final 20% dari jumlah bruto — dipotong otomatis oleh bank, jadi yang masuk rekeningmu sudah bersih. Dasarnya PP 131/2000 jo. PP 123/2015 dan PMK 212/PMK.03/2018.
Lanjutan contoh di atas: bunga bruto Rp812.500 → pajak Rp162.500 → bunga bersih Rp650.000. Artinya bunga efektif setelah pajak = 3,25% × 80% = 2,6%/tahun. Angka inilah yang harus kamu pakai saat membandingkan deposito dengan instrumen lain, bukan angka di brosur.
Ada pengecualian: bunga bebas PPh kalau total simpananmu di bank itu tidak melebihi Rp7.500.000 dan bukan jumlah yang dipecah-pecah. Karena syarat "tidak dipecah-pecah" tidak bisa diverifikasi otomatis, Kalkulator Deposito menampilkan angka yang sudah dipotong pajak sebagai patokan aman, dan menandai kemungkinan bebas pajak secara terpisah.
LPS: Dijamin, Tapi Ada Tiga Syarat
Simpananmu dijamin Lembaga Penjamin Simpanan hingga Rp2 miliar per nasabah per bank, dengan syarat 3T:
- Tercatat — simpanan tercatat dalam pembukuan bank
- Tingkat bunga — bunga yang kamu terima tidak melebihi Tingkat Bunga Penjaminan (TBP) LPS yang berlaku
- Tidak menyebabkan bank menjadi tidak sehat (misalnya terkait tindak pidana perbankan)
Syarat kedua yang paling sering luput: bunga di atas TBP membuat simpananmu tidak dijamin. Jadi tawaran "deposito bunga 8%" bukan hadiah — itu justru berarti kamu keluar dari payung penjaminan. TBP ditinjau berkala oleh LPS dan berbeda antara bank umum, BPR, dan valas; nilai yang sedang berlaku selalu ditampilkan di Kalkulator Deposito, termasuk peringatan otomatis kalau bunga yang kamu masukkan melewati batas.
Pilih Tenor & Paham ARO
Tenor umum: 1, 3, 6, 12, dan 24 bulan. Tenor panjang biasanya berbunga sedikit lebih tinggi, tapi menutup fleksibilitasmu lebih lama. Patokan praktis:
- 1-3 bulan — untuk dana yang mungkin dipakai dalam waktu dekat, atau sebagian dana darurat yang jarang tersentuh
- 6-12 bulan — untuk target yang tanggalnya sudah jelas (DP, biaya sekolah, nikah)
- 24 bulan — hanya kalau kamu yakin uangnya tidak akan dibutuhkan; risiko terkunci saat suku bunga naik jadi lebih besar
Saat membuka deposito kamu akan ditanya soal ARO (Automatic Roll Over):
- Non-ARO — jatuh tempo, pokok + bunga masuk rekening tabunganmu
- ARO pokok — pokok diperpanjang otomatis, bunga dikirim ke tabungan
- ARO pokok + bunga — dua-duanya diperpanjang, jadi berbunga majemuk
ARO praktis, tapi perpanjangan memakai bunga yang berlaku saat itu — bukan bunga lamamu. Cek ulang tiap jatuh tempo.
Cairkan Sebelum Jatuh Tempo: Biasanya Rugi
Kalau kamu membatalkan deposito sebelum tenornya habis (break deposito), bank umumnya mengenakan penalti — bisa berupa potongan sekian persen dari nominal, atau bunga periode berjalan yang hangus. Besarannya berbeda tiap bank dan tertulis di perjanjian pembukaan.
Karena itu, jangan pernah menaruh seluruh dana daruratmu di deposito bertenor panjang. Pola yang lebih aman: sebagian di tabungan untuk kebutuhan mendadak, sisanya di deposito. Belum tahu berapa yang harus disiapkan? Hitung dulu di Kalkulator Dana Darurat.
Menang dari Inflasi atau Tidak?
Pertanyaan yang sebenarnya penting: setelah pajak, apakah bunganya masih di atas inflasi? Karena pajaknya 20%, bunga minimum agar tidak kalah inflasi adalah:
Bunga minimum = inflasi ÷ 0,8
Jadi kalau inflasi 2,5%, kamu butuh bunga minimal 3,13% supaya nilai uangmu tidak menyusut. Kalau inflasi aktual lebih tinggi dari itu, deposito secara riil membuatmu sedikit mundur — dan itu wajar, karena fungsi utama deposito adalah menjaga nilai dengan risiko sangat rendah, bukan menumbuhkan kekayaan.
Untuk tujuan jangka panjang (5-20 tahun), instrumen dengan potensi imbal hasil lebih tinggi biasanya lebih cocok — dengan konsekuensi risiko yang juga lebih besar. Bandingkan skenarionya di Kalkulator Investasi.